• SMA NEGERI 1 ANGKOLA BARAT
  • #Bekerja Melampaui Tupoksi

LOMBA MENULIS cerpen FLS3N atas nama Siti Rodiah KELAS XI-1 "JEJAK YANG TERTINGGAL"

Jejak yang Tertinggal
Karya : Siti Rodiah Harahap 
Kelas XI-1

Senja selalu datang dengan cara yang sama, perlahan tanpa suara namun menyimpan jejak yang kasat mata.langit meredup,angin bergerak pelan dan desa kecil itu kembali tenggelam dalam kesunyian yang terasa akrab.rumah-rumah tua berdekatan dengan dinding kayu yang mulai lapuk dimakan usia tetapi tetap kokoh seperti kesetiaan para tetua yang tak pernah lelah bercerita yang menggeser sedikit demi sedikit kenangan.


Di tempat ini lah alya tumbuh.

Alya termasuk orang yang lebih sering jarinya bergerak dari pada kakinya.bangun tidur alya langsung membuka ponselnya,saat makan Alya sibuk menggulir ponselnya,malam hari earphone menutup telinga nya hingga dia terlelap.desa tempat tinggalnya terasa sunyi tanpa riuh kota tanpa gemerlap yang ia bayangkan “bosan banget pengen balik ke kota” gumamnya sambil memeluk lutut dan mengirim pesan singkat untuk ibu dan ayahnya, notifikasi itu terus menerus berdatangan tetapi tidak satu pun mengisi kekosongan yang tak ia mengerti.

Suara nenek memanggil dari tamu,memecah kekosongan pikirannya.dengan langkah setengah hati,Alya pun berjalan menghampiri neneknya.disana sebuah kotak tua terbuka, menyimpan kain yang berbalut alat musik bermotif yang hampir memudar warnanya.”ini kain apa nek kuno banget” ucapnya ringan.nenek tersenyum ringan matanya teduh menyimpan sesuatu yang tak bisa diceritakan “tidak semua yang lama itu usang,justru ada yang menyimpan dan menjaga cerita di baliknya “alya hanya mengangguk tidak sepenuhnya mengerti,baginya yang sudah lama akan mudah dilupakan keesokan harinya.

Malamnya seperti biasa dia melakukan rutinitas nya,memakai earphone sampai ia tertidur,tetapi malam ini begitu berbeda dia masih terngiang-ngiang dengan isi dari kotak tua itu.dengan rasa penasaran dia berjalan menuju ruang tamu tempat dimana kotak itu disimpan.dengan pelan dan hati-hati dia membuka kotak itu dan tiba-tiba neneknya datang yang membuat dia terkejut “ahh nenek ini bikin kaget aja”dengan nada merajuk dan menahan malu.”kamu kenapa disini bukannya sudah tidur”lanjut nenek.”hehe..aku penasaran sama ini nek aku pengen mainin tapi aku ga tau caranya” sambung nya.”baiklah cucu nenek yang paling cantik ini besok kita belajar yah”Alya mengangguk senang dan langsung meninggalkan neneknya dan langsung menuju kamar.

Keesokan hari nya Alya sedikit berbeda tidak sibuk dengan benda pipih nya itu.dia langsung berjalan menuju teras rumah dimana neneknya sedang duduk disana.dia melihat neneknya yang sibuk membersihkan angklung tersebut.”nek kapan kita belajar?”tanya Alya tak sabar “kita mulai sekarang yah”lanjut nenek,Alya pun dengan serius mencoba menggunakan angklung yang dia pegang,”nek cara mainnya gimana sih”gumamnya mengeluh.“Nak, kalau main angklung itu gampang. Pegang yang atasnya ya, jangan bagian bambunya. Terus digoyang pelan ke kanan sama kiri, nanti bunyi ‘klung…’. Satu angklung itu cuma satu nada, jadi biasanya dimainkannya bareng-bareng biar jadi lagu yang indah.”alya mencoba mengikuti instruksi neneknya percobaan pertama angklung nya jatuh karena Alya tidak sabar,percobaan kedua suaranya tidak keluar setelah begitu lah mencoba akhirnya suara angklung tersebut berbunyi.

Klung….. klung…..klung…

“Nenek Alya bisa”Alya bersorak gembira karena dia bisa memainkan alat musik yang dia pegang,nenek tersenyum melihat cucunya tersenyum bahagia, ternyata kesederhanaan itu tidak perlu mahal hanya dengan menggunakan alat musik kuno Alya merasakan kebahagiaan yang tak pernah dia rasakan saat menggunakan ponsel.

Alya pun keluar dari rumah sambil memegang angklung nya berniat untuk memamerkan keahliannya menggunakan angklung.sesampainya di pos ronda tempat mereka berkumpul Alya bertemu dengan 3 temannya. Temannya masih sibuk dengan ponsel masing-masing Alya pun mencoba untuk mencari perhatian kepada teman-teman nya Alya pun memainkan angklung nya yang membuat teman teman nya melirik dirinya.

“Itu apa?”tanya salah satu temannya
“Ini itu angklung Zia,alat musik tradisional kita”memperlihatkan angklung tersebut kepada Zia.”lebih seru juga main ponsel dari pada main barang kuno itu”lanjut rena, mendengar perkataan rena,Alya pun menggeleng kan kepala nya mendengar perkataan temannya itu “aku dulu ngomong gitu ke nenek aku dan sekarang aku malah kecanduan mainnya ren mending kamu coba dulu lah” menyodorkan alat musik tersebut.

Rena pun melihat angklung itu dengan remeh dan langsung mengambil nya”haha barang macam apa ini kuno banget “Rena pun mengembalikan angklung itu dengan kasar yang membuat Alya heran dengan perubahan sifat rena.alya pun memeluk angklung itu dan berjalan menuju rumah nenek nya dengan menundukkan kepala sambil bersedih,Zia dan eka yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Alya yang sedang menahan air mata nya itu.”Alya kami mau nyoba dong”mereka serempak ,Alya pun menghapus air matanya dan berbalik badan.”kalian beneran mau nyoba?”tanya nya dengan ragu.”iya Alya jangan sedih dong gara gara Rena,Rena mah gitu orangnya ga mikirin orang lain“lanjut Zia .

Alya pun tersenyum dan mengangguk,mereka pun mencoba secara bergantian, Mereka tertawa bercanda bersama “wahh seneng banget aku hari ini,ini semua berkat kau Alya”alya tersenyum lebar melihat kedua temannya sangat bahagia.

”eh..Alya gimana kita buat pertunjukan tari dan angklung di desa ini?” mereka saling menatap satu sama lain dengan wajah saling tersenyum,”itu ide bagus” mereka bertiga langsung menyetujuinya dan mereka bertiga langsung pulang kerumah untuk meminta izin ke orang tua mereka bertiga, dengan hati yang seneng ketiga orang tua mereka menyetujui hal tersebut dan mereka juga tidak lupa meminta izin kepada kepala desa untuk mengizinkan mereka untuk melakukan pentas seni kecil kecilan di desa mereka.

Setelah mereka tiga bekerja keras,mereka pun mengajak seluruh warga desa untuk datang ke taman desa.”wahh banyak sekali yang datang aku jadi malu memakai kostum beginian” gumam Alya.”eh ga boleh gitu dong kita kan mau tampil harus pede” Zia langsung menyemangati alya.mereka bertiga pun membuka acara dan memulai pertunjukan yang mereka akan tampilkan.

Angklung mulai dimainkan….

Klung….. klung…..klung…

Angklung dan tarian angklung bungko khas cirebon pun dimainkan bersama,orang orang yang menonton mereka pun kagum dengan mereka yang bisa menarikan tarian Jawa dengan begitu lincah.dan suara angklung yang begitu indah di telinga para pendengarnya.

Tarian dan angklung pun telah usai semua warga bertepuk tangan meriah semua tetua sangat bangga dengan mereka,tidak sedikit yang menyukainya rata rata semua menyukai permainan alat musik tersebut.”kalian belajar seperti ini dari siapa anak anak”tanya salah satu tetua di desa itu,”kami belajar dari YouTube kakek dari sana kami dapat inspirasi kek “ jawab Alya.”lihat lah kalian sudah menyatukan seluruh warga desa kembali dengan tradisi yang sudah lama sekali tidak terlihat,tetapi sekarang kalian sebagai anak muda sudah sangat berpengaruh di desa ini kakek bangga dengan kalian” mereka tersenyum bahagia dengan perkataan kakek barusan,baru pertama kali mereka mendapatkan pujian sebesar ini.

Setelah pertunjukan selesai Alya dan neneknya pulang bersama-sama sambil bergandengan tangan “gimana Alya masih suka bilang barang barang nenek kuno dan tidak berguna??” Goda neneknya. “Hehe benar kata nenek yah semua yang kuno belum tentu tidak berguna,malah yang kuno itu yang paling berpengaruh di kehidupan kita yahh kan nek” gumam Alya “yaps.. benar sekali Alya”.

Senja kembali datang seperti hari hari sebelumnya perlahan,tenang dan penuh makna kesunyian yang dirasakan oleh Alya terobati dengan angklung yang berada di tangannya sekarang.angklung itu Alya genggam erat seolah menjadi penghubung masa lalu dan masa sekarang.

Suara Klung….. klung…..klung…yang dulunya asing sekarang justru terasa hangat di hatinya.

Karena pada akhirnya ,yang lama bukan untuk ditinggalkan melainkan untuk dijaga dan dilestarikan di era yang terus bergerak maju.

Tulisan Lainnya
Cerpen Berjudul "Langit yang Retak di Kepala Salsabila" Karya Siti Rodiah Kelas XI-1

Langit yang Retak di Kepala Salsabila    Sejak kecil, Salsabila tahu satu hal: ia harus selalu lebih baik agar dianggap setara.Ia juara kelas. Ia sopan. Ia tak pernah membant

20/04/2026 20:10 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 46 kali
Cerpen Berjudul "Aku Tetap Tenggelam" Karya Siti Rodiah Kelas XI-1 SMA Negeri 1 Angkola Barat

Aku Tetap Tenggelam Langit sore itu berwarna pucat. Tidak gelap sepenuhnya, tetapi juga tidak benar-benar terang. Seperti perasaanku tidak hancur, namun juga tidak utuh. Namaku Alya.

31/03/2026 21:36 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 881 kali
Cerpen Berjudul "Di Antara Lonceng dan Layar" Karya Nirmala Hapni Kelas XII-5

Di Antara Lonceng dan Layar    Pagi itu, lonceng sekolah berbunyi seperti biasa. Nyaring, panjang, dan seharusnya memberi tanda dimulainya hari penuh harapan. Namun bagi Raka

31/01/2026 10:30 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 16 kali
Cerpen Berjudul "Hari Baru Hidup Baru" Karya Qori Saulina Hutagalung Kelas XII-5

HARI BARU, HIDUP BARU Karya Qori Saulina Hutagalung    Mentari bersinar menampakkan diri nya ke permukaan. Luna terbangun dengan mata yang masih terpejam, ia duduk sambil me

29/11/2025 15:56 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 14 kali
Cerpen Berjudul "Sederhana Bukan Berarti Ketinggalan" Karya Dari Rodiah Kelas XI-5

Sederhana Bukan Berarti Ketinggalan   Di sebuah SMA yang terkenal dengan siswanya yang modis dan gaul, ada seorang gadis bernama Alya. Ia berbeda dari kebanyakan teman-temannya. S

26/10/2025 18:51 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 22 kali
Cerpen Berjudul "Cinta yang Tersimpan" Karya Siti Rodiah Kelas XI-1

Cinta yang Tersimpan Karya Siti Rodiah XI-1   Sebuah desa yang tenang, terdapat seorang gadis bernama Aisyah. Sejak kecil, Aisyah diajarkan untuk selalu menjaga dirinya dengan pe

30/08/2025 19:49 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 36 kali
Puisi Yang Berjudul "Pendidikan Yang Memudar" Karya Dian Eriani Kelas XII-1

Pendidikan Yang Memudar Dian Eriani XII-1   Pendidikan yang Memudar Dinding sekolah retak dan berdebu, Buku-buku usang, tinta pun lesu. Suara guru tak lagi menggelegar, Pend

31/07/2025 23:28 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 16 kali
Cerpen Berjudul "Hari Baru Hidup Baru" Karya Nirmala Hapni Hasibuan Siswa Kelas XII-5

Hari Baru Hidup Baru     Mentari bersinar menampakkan diri nya ke permukaan. Luna terbangun dengan mata yang masih terpejam, ia duduk sambil meregangkan otot-otot nya. &ldqu

29/06/2025 18:32 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 57 kali
Cerpen Berjudul "Menjadi Ayah Bagi Banyak Orang" Karya Nurhapni Kelas XI-5

Bimo berdiri di depan panti asuhan yang menyimpan segala kenangan masa kecilnya otaknya seakan kembali memutar segala memori yang telah lama ia simpan sendiri. "Tidak terasa ya sud

03/06/2025 22:51 - Oleh MORA YANTHI PANGGABEAN, S.Pd - Dilihat 20 kali
Sebuah Puisi Berjudul "Aku Ingin Menggapai Bintang dengan Seutas Tali" Karya Dian Eriani Rambe Kelas XI-1

Aku Ingin Menggapai Bintang dengan Seutas Tali Karya Dian Eriani Rambe   Aku ingin menggapai bintang bukan bintang yang berkilau di langit tapi bintang dalam hidupku cita-cit

30/05/2025 20:46 - Oleh Sunny Saputra Nasution, S.Pd - Dilihat 47 kali